Beri Sembako, Kedatangan Bobby Bikin Terkejut Warga

Dinda Marley - Kamis, 29 Juli 2021 17:46 WIB
Wali Kota Medan Bobby Nasution menerima CSR sembako dari Wilmar Group (sumber: Diskominfo)

MEDAN - Selesai menerima Corporate Social Responsibility (CSR) dari Presiden Direktur PT Multimas Nabati Asahan Bertha berupa 20 ton beras dan 10 ribu liter minyak goreng di gudang Dinas Perdagangan Kota Medan, Wali Kota Medan Bobby Nasution meminjam sepeda motor salah seorang staf di Pemerintahan Kota Medan. Katanya, dia ingin mengunjungi beberapa rumah warga di Jalan Rahmat, Kelurahan Sitirejo 2, Kecamatan Medanamplas.

Sampai di lokasi, dia mendatangi beberapa rumah warga, berbincang-bincang untuk mendengar keluhannya. Bobby meminta para warga bersabar, tetap berada di rumah dan mengikuti aturan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 yang menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat. Setelah itu, dia memberi bantuan sembako dan menyantuni anak-anak.

Menurut Bobby, dampak pandemi mengganggu ekonomi masyarakat. Dirinya berdoa dan berharap agar Covid-19 segera berlalu sehingga semua orang dapat beraktivitas kembali. Bantuan yang diberikan, semoga membantu dan meringankan sedikit beban warga di masa sulit.

"Bantuan ini beda dengan bantuan dari Pemkot Medan, isinya tak sama. Bantuan dari Pemkot Medan nanti ada lagi. Semoga meringankan beban keluarga dan bermanfaat. Tetap ikuti prokes, ya Pak," kata Bobby, Kamis (29/7/2021).

Syahrial Alamsyah Simatupang (70), warga yang menerima bantuan mengaku sangat terkejut rumahnya didatangi Bobby. Apalagi memberikan bantuan secara pribadi dan langsung.

"Saya sangat bersyukur dapat bantuan dari Bapak Wali Kota, terima kasih Pak Wali..." katanya.

Hal senada juga dikatakan Budi Indrawan, dia tidak menyangka wali kota datang ke rumahnya. Menurutnya, di tengah kesibukannya, wali kota mau melihat langsung warganya, apalagi dirinya yang sangat terdampak Covid-19.

"Saya sangat terkejut, Pak Wali datang ke rumah. Ternyata Pak Wali peduli, mau turun langsung melihat warganya yang sedang susah, tidak hanya di kantor saja. Saya sangat terbantu, masa pandemi ini, saya sangat merasakan dampaknya," ucap Budi.

Selain memberikan sembako kepada warga, Bobby juga memberikan paket sembako kepada Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (P3SU) di Kecamatan Medanamplas yang kebetulanan sedang membabat rumput dan membersihkan drainase di tempat tersebut.

Isi paket berbeda

Wali Kota Medan Bobby Nasution berterima kasih kepada Wilmar Group yang memberikan bantuan sembako untuk masyarakat yang terdampak pandemi. Ditegaskannya bahwa bantuan bukan untuk Pemkot Medan tetapi untuk  masyarakat, artinya Pemkot Medan hanya menyalurkan saja.

Dia lalu menjelaskan, penyaluran sembako dari Wilmar Group dan stakeholder lain akan diberikan kepada masyarakat setelah bantuan yang bersumber dari APBD Kota Medan dibagikan. Alasannya, supaya masyarakat tidak bingung sebab jumlah satuan paket berbeda.

"Kita selesaikan dulu pembagian bantuan sembako dari Pemkot Medan, dari 51.000 paket yang saat ini tengah dibagikan, Pemkot Medan menambah jumlahnya menjadi 123.556 paket. Selain itu, bantuan dari APBN sebanyak 88.000 paket sembako juga akan kami salurkan. Mudahan-mudahan bantuan ini bermanfaat dan dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat yang terdampak," kata Bobby.

Bantuan dari stakeholder sangat membantu karena banyak masyarakat yang terdampak di masa PPKM Level 4, seperti warga yang tidak bisa berjualan, akibatnya tidak bisa makan dan memenuhi kebutuhannya.

"Saya berharap, PPKM Level 4 yang sampai 2 Agustus ini tidak diperpanjang. Oleh karena itu, saya berpesan kepada seluruh masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan dengan ketat," ucapnya.

Bobby kemudian mengungkap Bed Occupancy Rate (BOR) atau angka keterisian tempat tidur di rumah sakit terus meningkat, saat ini jumlahnya mencapai 73 persen.

"Malam kemarin, naik 73 persen, padahal siangnya saya sampaikan 60 persen. ini yang perlu kita wanti- wanti, bukan menakuti tapi ini kondisi sebenarnya. Untuk itu, mari kita pakai masker, sebab lebih gampang daripada mencari tempat tidur di rumah sakit atau mencari obat," ajaknya.

Bobby menjelaskan, masa PPKM Darurat maupun PPKM Level 4 merupakan masa uji coba agar masyarakat lebih ketat menerapkan prokes sehingga setelah PPKM berakhir, masyarakat lebih taat prokes.

"Jangan sampai setelah berakhir PPKM, masyarakat tidak ketat lagi menjaga prokes. Saya minta masyarakat ikuti aturan agar PPKM Level 4 ini dapat segera selesai," harap dia.

Presiden Direktur PT Multimas Nabati Asahan (Wilmar group), Bertha mengatakan, bantuan yang mereka berikan diutamakan untuk masyarakat yang tengah menjalani isolasi mandiri.

"Saat ini Medan menerapkan PPKM Level 4. Kita harap bantuan ini dapat meringankan beban untuk memenuhi kebutuhan hidupnya," kata Bertha.

 

Editor: Dinda Marley

RELATED NEWS