Ditinggal Ayahanda Tercinta, Wagub Musa: Rasanya seperti Mimpi...

Dinda Marley - Kamis, 26 Agustus 2021 01:34 WIB
Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah (sumber: Diskominfo)

MEDAN - Duka menyelimuti raut Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah. Ayahanda tercintanya, Musannif Bin Gulrang Shah tutup usia pada Rabu (25/8/2021) dini hari. Almarhum yang juga tokoh masyarakat di Sumut ini meninggalkan sembilan orang anak, 29 cucu dan tujuh orang cicit.

Sebelum dikebumikan, Almarhum disemayamkan di rumah duka di Jalan Tembakau Deli, Kota Medan. Sejumlah keluarga, kerabat, termasuk Gubernur Sumut Edy Rahmayadi turut serta melaksanakan fardu kifayah hingga pemakaman. Almarhum dikebumikan di halaman Masjid Al Musanif, Cemara Asri, Jalan Cemara, Medan Estate, Kecamatan Percutseituan, Kabupaten Deliserdang, usai Shalat Dzuhur.

Musa berdoa, semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah dan kebaikan, mengampuni dosa-dosa, melimpahkan keberkahan, serta diterangkan dan dilapangkan kubur Almarhum.

"Mohon dimaafkan salah dan khilaf Ayahanda kami. Semoga Allah menempatkan Almarhum di tempat terbaik, di surga-Nya, Aamiin ya Rabbal Alamin. Insya Allah husnul khotimah..." ucapnya dikutip dari siaran pers Diskominfo Sumut, Rabu malam.

Tahlilan di tiga tempat

Tahlil dan tahtim malam pertama meninggalnya Musannif Bin Gulrang Shah, lebih dikenal dengan Haji Anif ramai yang hadir. Pihak keluarga sampai menggelar di tiga tempat terpisah pada waktu bersamaan yakni di Masjid Al Musannif, Masjid Silalas di Jalan Sei Deli, di rumah duka dan secara virtual.

Musa menghadiri tahlilan di Masjid Al Musannif ditemani pamannya Kodrat Shah. Masjid ini dibangun oleh Almarhum dan menjadi lokasi pemakamannya. Musa mengucapkan ribuan terima kasih atas kesedian waktu ahli takziah yang datang saat fardu kifayah hingga tahlilan malam ini. Dia mengaku, meninggalnya sang ayah masih seperti mimpi.

"Almarhum sakit sekitar tiga minggu, saya bersama kakak dan adik, bahkan sampai tadi malam masih tidur di kamarnya. Rasanya seperti mimpi... Tapi semua sudah ketentan Allah, tidak ada sedikit pun kita bisa menahannya karena sudah tercatat di Lauhul Mahfuz dan kita juga akan menyusul," katanya.

Musa menceritakan, selama sakit, Almarhum tidak pernah mengeluhkan sakitnya walau secara fisik anak-anaknya mengetahui kesakitannya. Bahkan, Almarhum selalu meminta agar menyiapkan makanan kepada siapapun yang datang.

"Kepada saya juga, walaupun sedang sakit, beliau selalu menanyakan apakah sudah sarapan," kenangnya.

Sampai saat terakhirnya, Almarhum berpesan kepada anak-anaknya agar tetap akur. Katanya, apa yang dicarinya selama ini bukan untuk dirinya tetapi untuk anak cucunya. Umur dan ilmunya bukan hanya untuk diri sendiri dan keluarga saja, tetapi untuk semua makhluk.

Musa menyatakan niatnya untuk mewujudkan cita-cita sang ayah membangun 99 masjid dan pesantren. Khusus untuk pesantren, Almarhum ingin melihat anak-anak mempunyai ilmu agama dan ilmu dunia untuk bekal masa depannya.

"Beliau berkata, kalau diberikan Allah umur, saya ingin melihat 99 masjid ini terbangun. Saya ingin melihat pesantren untuk anak-anak. Insya Allah kami akan kami teruskan semuanya," ujarnya.

Dikenal dermawan dan peduli umat

Haji Anif lahir pada 23 Maret 1939 di Perlanaan, Bandar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Semasa hidup, dikenal sebagai pengusaha sukses, dermawan dan peduli kepentingan umat. Dipercaya menduduki jabatan penting di berbagai lembaga dan organisasi, serta banyak menerima penghargaan.

Pernah menjadi Komisaris Utama PT Anugerah Langkat Makmur dan Group, Presiden Komisaris PT Kurnia Sampali Asri dan Pembina Yayasan H Anif. Ketua Harian Pengda Perbakin Sumut 1983-2010. Menjadi Ketua Dewan Penyantun Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Medan sejak 2008 hingga sekarang. 
Ketua Gabungan Karya Pembangunan Indonesia (GAPKI) Sumut sejak 1987 sampai sekarang. Anggota majelis pimpinan organisasi Pemuda Pancasila (PP) pusat 2009-2014. Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Indonesia mulai 2005 hingga sekarang.

Menerima sekitar 67 penghargaan, diantaranya: Anugerah Tanda Mitra dari dewan pimpinan pusat PP. Primakarya Dharma Award 1999 atas prestasi kerja dan kepedulian terhadap SDM, Kelestarian Lingkungan dan Sosial Kemasyarakatan Tingkat Nasional. Berpredikat The Best Executive Award Insan Pejuang Demi Bangsa Menuju Milenium 3, 1990-2000. Penghargaan sebagai donatur saat ulang tahun Emas Universitas Sumatera Utara (USU).

Piagam penghargaan dari Yayasan Pendidikan Marsipature Hutanabe atas partisipasi pembangunan SMA unggulan Tapanuli Selatan, Sipirok oleh Raja Inal Siregar pada November 1995. Piagam penghargaan dari PMII atas partisipasi sebagai donatur study bela negara pendidikan kader lanjutan tingkat nasional pada 5-18 November 1995 oleh Mayjen TNI Soedaryanto.

Piagam penghargaan MTQ ke XXVI tingkat Provinsi Sumut di Gunung Sitoli pada 10-17 Januari 1996 oleh Raja Inal Siregar, piagam penghargaan dari Serikat Penerbit Surat Kabar (SPS) Sumut atas dukungan moril dan materil di HUT ke-50 SPS pada 8 Juni 1996.

Mendapatkan gelar Doctor Honoris Causa (DR HC) dari Jakarta Institut Of Management Studies (JIMS) yang mendapatkan akreditasi penuh dari World Association Of Universities and Colleges (WAUC) pada 21 Desember 1997 di Pan Pacific Hotel Singapore.

Piagam Anugerah Pers sebagai tanda penghormatan atas darmabakti, pengabdian, kepedulian dan perhatian terhadap kemajuan serta perkembangan pers yang diberikan pada 26 April 2000. Piagam penghargaan dari Menteri Koperasi UMKM karena berhasil membina dan mengembangkan Koperasi dan UMKM di 2003. Piagam Penghargaan dari ASEAN Info Sarana has awrded the Indonesian Best Executive 2005 di Jakarta pada 27 Mei 2005.

Piagam penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup sebagai donor bibit pohon dalam upaya pemberdayaan masyarakat pedesaan oleh Deputi Menteri Lingkungan Hidup Bidang Komunikasi Lingkuangan dan Pembedayaan Masyarakat Sudariyono. Terakhir, Rekor MURI sebagai individu yang merayakan ulang tahun (milad) dengan menyelenggarakan MTQ dengan jumlah peserta terbanyak pada Maret 2020. [Me1]

 

Editor: Dinda Marley

RELATED NEWS