Gojek Kembali Kucurkan Uang Belanja Sembako untuk Mitra Driver

Dinda Marley - Senin, 04 Oktober 2021 21:27 WIB
Gojek kembali kucurkan bantuan uang belanja sembako untuk mitranya (Gojek)

HalloMedan.co - Gojek terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung mitra untuk bangkit bersama menghadapi tantangan pandemi Covid-19. Salah satu upaya dilakukan melalui Program Kesejahteraan Mitra Driver yang dicanangkan sejak Maret 2020.

Momen peringatan ulang tahun ke-11, Gojek kembali menyalurkan bantuan Program Kesejahteraan Mitra Driver berupa Bantuan Kebutuhan Pokok yakni uang belanja sembako sebesar Rp 17 miliar lebih, disalurkan langsung ke saldo dompet mitra driver yang telah menjalani vaksinasi Covid-19.

Total, akumulasi bantuan Program Kesejahteraan Mitra Driver yang disalurkan Gojek untuk mitra sejak Maret 2020 sampai September 2021 sebanyak Rp 260 miliar lebih, terdiri dari Bantuan Kebutuhan Pokok (Rp 175,8 miliar), Bantuan Penyediaan Layanan dan Perlengkapan Kesehatan (Rp 70,3 miliar), dan Bantuan Pendapatan Bagi Mitra Driver (Rp 15 miliar).

CEO Gojek Kevin Aluwi mengungkapkan, menuju 11 tahun usia mengaspal di Indonesia, Gojek bersama mitra berkolaborasi untuk terus hadir memberikan solusi nyata dalam membantu masyarakat memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari. Kolaborasi ini terus dijalankan dengan sungguh-sungguh, termasuk di situasi pandemi yang penuh tantangan.

“Salah satunya melalui bantuan Gojek kepada mitra driver yang sampai saat ini sudah mencapai Rp 260 miliar sebagai bentuk dukungan berkelanjutan untuk bisa #BangkitBersama,” ucapnya, Senin (4/10/2021).

Kevin menjelaskan, bantuan uang belanja yang diberikan pada periode ini (awal Oktober 2021) difokuskan bagi ratusan ribu mitra driver di seluruh Indonesia yang telah menjalani vaksinasi Covid-19 minimal dosis pertama. Selain membantu memenuhi kebutuhan pokok mitra, inisiatif ini menjadi apresiasi kepada mitra driver yang memiliki kesadaran untuk
menjalani vaksinasi, melindungi dirinya dari risiko paparan Covid-19.

Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam percepatan program vaksinasi nasional. Inisiatif Gojek terkait vaksinasi dijalankan secara komprehensif mencakup seluruh aspek penting yang dibutuhkan; mulai dari edukasi, sosialisasi, memfasilitasi pelaksanaan vaksinasi hingga apresiasi kepada mitra yang telah divaksin.

Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi juga mengapresiasi langkah Gojek. Katanya, dukungan dan kerja sama serta kolaborasi seluruh pihak dalam membantu percepatan program vaksinasi nasional perlu terus dijalankan. Keterlibatan Gojek merangkul seluruh mitranya untuk menjalani vaksinasi melalui berbagai inisiatif,
salah satunya dengan pemberian apresiasi merupakan langkah yang patut ditiru.

"Inisiatif dari hulu ke hilir ini tidak hanya membantu driver secara finansial memenuhi kebutuhan, juga membuat mitra lebih terpacu menjaga kesehatan dan keselamatan saat bekerja," kata Siti.

Gojek telah menyalurkan bantuan lebih dari Rp 260 miliar melalui Program Kesejahteraan Mitra Driver di masa pandemi Covid-19 terangkum dari tiga pilar utama:

1. Bantuan Kebutuhan Pokok senilai Rp 175,8 miliar, terdiri dari uang belanja sembako (termasuk Rp 17 miliar didistribusikan di periode ini), voucher belanja sembako, voucher potongan harga sembako dari GoPay, serta voucher makanan murah dan sehat untuk keluarga mitra driver

2. Bantuan penyediaan layanan dan perlengkapan kesehatan senilai Rp 70,3 miliar terdiri dari pembagian masker, hand sanitizer, disinfektan, operasional Posko Aman, edukasi dan sosialisasi vaksin, serta penyelenggaraan operasional pos pelayanan vaksin bagi ratusan ribu mitra driver di lebih dari 70 kota.

3. Bantuan pendapatan bagi mitra driver senilai Rp 15 miliar, berupa pengganti pendapatan bagi mitra yang non-aktif sementara saat masa pemulihan dari Covid-19.

Selain ketiga pilar bantuan yang dijalankan secara nasional tersebut, di tingkat regional Gojek turut menjalankan berbagai program bantuan yang kebutuhannya disesuaikan dengan masing-masing wilayah. Diantaranya, Gojek bekerja sama dengan beberapa warung untuk menyediakan menu makan siang terjangkau bagi mitra driver, memberikan bantuan pendidikan, beasiswa dan pembinaan, juga program swadaya yang meringankan beban harian operasional.

“Tentunya dengan usia 11 tahun yang semakin matang, akan semakin kuat pula kolaborasi Gojek bersama mitranya untuk saling bahu-membahu memberikan yang terbaik bagi seluruh masyarakat. Lewat kolaborasi yang kuat, kami percaya ekosistem Gojek dapat bangkit bersama melewati masa penuh tantangan ini dengan baik,” kata Kevin.

Sebagai ekosistem karya anak bangsa yang berpihak pada wirausaha lokal, masih kata Kevin, dukungan mitra driver ini menjadi bagian dari gerakan #BangkitBersama di bawah Grup GoTo yang menghadirkan berbagai inisiatif untuk membantu masyarakat dan mitra di ekosistem GoTo untuk tidak hanya dapat bertahan, tetapi juga tetap produktif di masa pandemi.

Grup Gojek

Gojek adalah platform on-demand terkemuka di Asia Tenggara dan pelopor model ekosistem multi-layanan yang menyediakan akses ke berbagai layanan termasuk transportasi, pengiriman makanan, logistik, dan lainnya. Gojek didirikan dengan prinsip memanfaatkan teknologi untuk menghilangkan gesekan kehidupan sehari-hari dengan
menghubungkan konsumen ke penyedia barang dan jasa terbaik di pasar.

Sejak berdiri pada 2010, Gojek mengawali perjalanannya dengan layanan kurir pengantaran barang dan transportasi roda dua. Aplikasi Gojek pertama kali diluncurkan pada Januari 2015 di Indonesia, dan kini telah berkembang menjadi on-demand network terdepan di Asia Tenggara, menawarkan berbagai layanan mulai dari transportasi, pesan-antar makanan, logistik dan berbagai layanan on-demand lainnya.

Gojek kini beroperasi di kota-kota utama di tiga negara di Asia Tenggara. Sampai Maret 2021, aplikasi dan ekosistem Gojek telah diunduh lebih dari 190 juta kali oleh pengguna Gojek di Asia Tenggara. Gojek berkomitmen untuk selalu menghadirkan solusi guna memecahkan masalah yang masyarakat hadapi sehari-hari, sekaligus membantu meningkatkan kualitas hidup jutaan masyarakat pengguna aplikasi Gojek di Asia Tenggara, khususnya di sektor informal dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Editor: Dinda Marley

RELATED NEWS