Implementasi QRIS Terbaik, Pemprov Sumut Raih BI Award 2021

Me1 - Rabu, 24 November 2021 17:03 WIB
Pemerintah Provinsi Sumut menerima anugerah Bank Indonesia Award 2021 (Diskominfo Sumut)

MEDAN – Provinsi Sumatera Utara mendapat penghargaan Bank Indonesia Award 2021 dari Bank Indonesia sebagai pemerintah provinsi dengan Implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terbaik. Penghargaan diterima Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah di Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2021 di Ballroom Fairmont Hotel, Jakarta.

Selain Sumut, provinsi yang meraih Bank Indonesia Award 2021 untuk kategori yang sama diantaranya Jawa Barat, Bali, Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan.

Menurut Musa, penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa UMKM di Sumut mampu mengikuti perkembangan teknologi, menggunakan sistem pembayaran digital melalui QRIS.

"Alhamdulilah, artinya sistem pembayaran QRIS ini terpakai sampai ke daerah-daerah, khususnya daerah pariwisata. Pelaku UMKM tidak semata-mata hanya konvensional, sudah mengikuti perkembangan digital," katanya, Rabu (24/11/2021).

Pencapaian ini akan terus didorong, khususnya UMKM di desa-desa. Musa bilang, pandemi Covid-19 mengajarkan mandiri, mengajarkan bahwa ekonomi bergerak, tidak hanya terpusat di kota besar. Sektor pertanian, perkebunan, perikanan, ekonomi kreatif daerah justru semakin bangkit dan membuktikan mampu bertahan.

"Ini pelajaran untuk kita," ucapnya.

Presiden dalam sambutannya juga mengatakan pertumbuhan ekonomi terus bangkit dengan UMKM, sehingga dorongan kepada UMKM untuk semakin maju harus terus dilakukan.

"Sumut juga akan melakukan arahan dari Presiden untuk mendorong UMKM maju, tidak hanya skala daerah, nasional, tapi juga internasional," ujar Musa.

Sebelumnya, dalam virtual assesment TPAKD, Musa menjelaskan capaian program UMKM Go Digital yang sudah dilaksanakan diantaranya pemasaran produk UMKM melalui digital, pelaksanaan business matching antara pengusaha dan e-commerce. Sudah 950 pelaku UMKM yang dilatih menggunakan platform e-commerce, sebanyak 350 diantaranya telah berniaga secara digital dan 450 ribu lebih pelaku usaha telah memanfaatkan QRIS.

Untuk program UMKM Naik Kelas, pihaknya telah melaksanakan sub program kredit/pembiayaan melawan rentenir dengan melakukan launching kredit mikro Sumut Bermartabat dari Bank Sumut dengan bunga 5 persen per tahun, lebih ringan dari bunga KUR saat itu sebesar 6 persen per tahun.

"Sampai September 2021, program ini telah disalurkan kepada 2.910 debitur dengan nilai kredit Rp 10,62 Miliar. Kita juga sudah membentuk 33 TPAKD di seluruh kabupaten dan kota," kata Musa.

Pertemuan Tahunan BI 2021 mengambil tema "Bangkit dan Optimis, Sinergi dan Inovasi untuk Pemulihan Enonomi. Presiden Joko Widodo menyampaikan, dirinya optimis di 2022 Indonesia bisa bangkit. Hal ini bisa dilihat dari berbagai sektor yang mulai membaik.

"Angka-angka di berbagai sektor seperti dari sisi produksi dan lainnya menunjukan optimisme di 2022 kita bisa bangkit," katanya.

UMKM berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk itu, dirinya meminta agar fokus pengembangan UMKM ke arah digital semakin ditingkatkan.

"Mudahkan UMKM bertransformasi ke digital ekonomi agar UMKM kita bisa optimal," ujar Jokowi sambil berpesan, saat ini pandemi Covid-19 masih berjalan. Dirinya meminta agar selalu berhati-hari dalam setiap kegiatan.

"Kuncinya adalah bagaimana kita bisa kendalikan pandemi di negara kita, harus optimis namun tetap hati-hati. Sektor-sektor akan dibuka perlahan, yang penting penerapan protokol kesehatan tetap disiplin agar bisa antisipasi gelombang ketiga,"ucapnya.

Senada dengan Jokowi, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, dirinya optimis di 2022 perkonomian nasional kembali pulih. Pihaknya bersemangat meningkatkan sinergi dengan seluruh stakeholder untuk memperkuat ekonomi nasional.

"Kita optimis ekonomi nasional pulih di 2022. Inilah semangat Bank Indonesia bersinergi dengan stakeholder, untuk memperkuat ekonomi nasional," kata Perry.

Vaksinasi dan pembukaan sektor-sektor ekonomi menjadi prasyarat memperkuat pemulihan ekonomi nasional. Selain itu, ada lima kebijakan BI yaitu: Transformasi Sektor Riil, Stimulus Fiskal dan Moneter, Kredit dan Transformasi Keuangan, Digitalisasi Ekonomi Keuangan dan Ekonomi Keuangan Inklusif dan Hijau.

"Ini penting dilakukan dalam pemulihan ekonomi nasional agar imunitas massa segera tercapai dan lebih banyak sektor dibuka kembali, supaya ekonomi segera pulih dan dalam jangka panjang, pertumbuhan kembali lebih tinggi menuju Indonesia maju," tuturnya.

Editor: Me1

RELATED NEWS