Inovasi Tiga Layanan Utama, Gojek Jadi Andalan Konsumen

Dinda Marley - Rabu, 27 Oktober 2021 15:18 WIB
(searah jarum jam) Co-Founder dan CEO Gojek - Kevin Aluwi, Chief Transport Officer Gojek - Raditya Wibowo, Chief Food Officer Gojek - Catherine Hindra Sutjahyo, dan Head of Logistics Gojek - Steven Halim saat diskusi inovasi tiga layanan utama Gojek (Gojek)

HalloMedan.co - Memasuki usia ke-11, Gojek sebagai platform on-demand terkemuka di Asia Tenggara memperkenalkan inovasi di tiga layanan utama yakni transportasi, pesan-antar makanan dan logistik. Tujuannya untuk semakin memberi solusi keseharian dan pengalaman yang lebih baik kepada masyarakat, meningkatkan efisiensi usaha mitra UMKM serta memperluas peluang mitra driver meningkatkan pendapatan.

Inovasi ini akan membuat Gojek jadi andalan masyarakat, saat ini aplikasi Gojek telah diunduh lebih dari 190 juta kali per Juni 2021. Riset terbaru Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) memperkirakan kontribusi ekonomi ekosistem digital Gojek dan GoTo Financial (di luar Tokopedia) menjadi 1,6 persen
dari PDB Indonesia atau sekitar Rp 249 triliun di 2021. Kontribusi ini meningkat 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Riset yang sama juga menemukan bahwa mayoritas konsumen Gojek loyal, bahkan 86 persen pelanggan tetap menggunakan layanan meski tanpa promo.

Co-Founder dan CEO Gojek Kevin Aluwi dalam konferensi pers mengatakan, inovasi sudah menjadi bagian dari DNA Gojek. Pihaknya akan terus hadirkan inovasi dan teknologi terbaru guna menjawab berbagai tantangan dan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Bahkan di tengah pandemi, tidak berhenti menghadirkan solusi untuk membantu masyarakat beradaptasi.

"Inovasi pada tiga layanan utama tidak lepas dari nilai-nilai tersebut. Kami percaya melalui inovasi, bisa terus mempermudah keseharian hidup masyarakat termasuk mendukung jutaan mitra driver dan mitra usaha kami, khususnya pelaku UMKM untuk terus tumbuh meski di tengah pandemi,” kata Kevin, Rabu (27/10/2021).

Inovasi GoFood

Memimpin pasar layanan online food delivery, GoFood memiliki banyak inovasi untuk memastikan pengalaman kuliner terbaik bagi pelanggan. Salah satu yang digemari masyarakat adalah fitur GoFood PLUS dan Order Sekaligus yang terbukti membuat pelanggan semakin setia dan mengandalkan GoFood.

Kedua fitur ini semakin memperkuat posisi GoFood sebagai penyedia layanan pesan-antar makanan yang value for money. GoFood PLUS merupakan paket berlangganan potongan harga langsung untuk bisa bebas menikmati beragam kuliner nikmat dengan harga terjangkau, termasuk diskon ongkos kirim. Fitur ini menjadi andalan dengan kenaikan jumlah pelanggan hampir lima kali lipat dari Januari-Juni 2021.

Fitur Order Sekaligus memungkinkan pelanggan memesan makanan dan minuman dari banyak resto sekaligus di satu lokasi. Hingga kini, sudah 41 lokasi di tujuh kota besar termasuk Jabodetabek, Bandung dan Surabaya. Ekspansi lokasi meningkat delapan kali sejak diperkenalkan pada September 2020.

Kevin mengatakan, tidak hanya memanjakan pelanggan dengan pengalaman kuliner terbaik, GoFood juga mendorong eksposur merchant UMKM lokal melalui teknologi personalisasi data yang memungkinkan pelanggan mendapat rekomendasi kuliner dari mitra UMKM yang berada di sekitar lokasi pelanggan, sesuai dengan preferensi mereka.

"Pendekatan hyperlocal ini memberikan merchant UMKM akses yang semakin luas kepada pelanggan sehingga meningkatkan peluang pendapatan mereka,” ucapnya.

Tidak berhenti di situ, GoFood juga mendukung mitra UMKM semakin maju dengan melengkapi aplikasi GoBiz dengan fitur inovatif BizTips yang berisi berbagai tips sukses mengelola bisnis secara mandiri. Fitur ini efektif membantu para mitra UMKM kuliner mengelola bisnisnya lebih baik dan efisien.

Berkat ragam inovasi ini, GoFood terus menjadi platform andalan tidak hanya bagi pelanggan, namun juga bagi para mitra usaha untuk go online dan menumbuhkan usaha mereka di tengah pandemi:

- Saat ini, sudah ada satu juta mitra usaha kuliner yang memanfaatkan GoFood yang 99 persen diantaranya berskala UMKM

- Tercatat 250 ribu mitra usaha baru bergabung di GoFood pada 2020 dan 43 persen dari mereka adalah pengusaha pemula

- Kehadiran GoFood tidak hanya mempermudah pengusaha pemula go-online tetapi juga mendukung pertumbuhan usahanya. Data internal perusahaan menunjukkan pendapatan rata-rata bulanan mitra usaha yang baru bergabung ke GoFood pada kuartal dua 2020 tercatat meningkat hingga tujuh kali lipat

Inovasi layanan transportasi

Setelah sukses dengan pilot project pertama untuk kendaraan listrik motor dan mobil, kali ini Gojek memperluas rencana pemanfaatan kendaraan listrik melalui uji coba komersial. Bekerja sama dengan Pertamina penerapan skema battery swap pada motor listrik dari Gesit dan Gogoro. Pada tahap ini, Gojek akan menggunakan 500 unit motor listrik
di Jakarta Selatan, lalu meningkatkan skala uji coba dengan target awal pemanfaatan sampai 5.000 unit motor listrik dan jarak tempuh penggunaan kendaraan listrik sebanyak satu juta kilometer.

Dalam uji coba komersial ini, para pengguna setia dapat memilih layanan kendaraan listrik saat menggunakan layanan GoRide, GoFood, GoSend Instant, GoShop dan GoMart dengan area pick up dan drop off di Jakarta Selatan.

“Uji coba komersial kendaraan listrik merupakan perwujudan salah satu komitmen sustainability kami untuk meraih target karbon netral melalui transisi ke kendaraan listrik di ekosistem Gojek pada 2030. Memahami pentingnya membangun ekosistem yang mumpuni, kami akan terus mencari solusi teknologi, infrastruktur pendukung serta terus
menjalin kerja sama yang erat dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan transisi ke kendaraan listrik dapat berlangsung dengan cepat sekaligus memberikan pengalaman berkendara yang ramah lingkungan kepadapelanggan
dan mitra driver. Sebagai bentuk keseriusan kami, Gojek akan membentuk unit usaha independen yang fokus di kendaraan listrik,” ujar Kevin.

Inovasi layanan transportasi terbaru lainnya adalah GoTransit. Gojek dan PT Kereta Commuter Indonesia bekerja sama menjadi yang pertama di dunia dalam mengintegrasikan tiket KRL dengan layanan transport on-demand seperti GoRide
dan GoCar. Integrasi ini akan semakin mempermudah masyarakat bepergian. Berdasar data internal, sebagian besar pelanggan memanfaatkan layanan GoRide dan GoCar untuk menuju dan dari stasiun kereta komuter di Jabodetabek.

Inovasi layanan logistik

Memudahkan konsumen melakukan pengiriman barang dan mendukung para pelaku bisnis dan social seller untuk bertahan dan tetap tumbuh di masa pandemi. Salah satunya dengan pengembangan GoSend API (integration application interface) yang mengintegrasikan layanan GoSend dengan platform mitra bisnis sehingga pengiriman cepat dan mudah.

“Penguatan dan pengembangan integrasi API GoSend membuat layanan instant dan same day delivery menjadi pilihan pelaku usaha dan pengguna. GoSend API saat ini sudah dimanfaatkan oleh ribuan partner dan jutaan penjual. Data internal kami mencatat jumlah transaksi dari top partners GoSend seperti platform e-commerce, platform telemedik
meningkat 41 persen pada H1 2021 dibanding 2020. Pada periode yang sama pengguna layanan GoSend oleh UMKM juga naik dua kali lipat,” ungkap Kevin.

GoSend juga akan meluncurkan fitur GoSend Multidrop yang memberi kesempatan para pengguna mengirim beberapa paket sekaligus dengan hanya sekali ambil. Lewat fitur ini, pengguna bisa mengatur paket mana yang harus dikirim terlebih dahulu. Agar ongkos kirim lebih hemat sampai dengan 30 persen, pengguna dapat memanfaatkan fitur
rekomendasi urutan pengantaran yang disediakan. [Me1]

Editor: Dinda Marley

RELATED NEWS