Perilaku Wisatawan Berubah, Ini yang Dilakukan OYO

Dinda Marley - Kamis, 21 Oktober 2021 13:36 WIB
Kampung Wisata Warna Warni Tigarihit (HO)

HalloMedan.co - Dampak pandemi tidak hanya dirasakan para pelaku sektor pariwisata saja, tetapi juga menjadi rem darurat pertumbuhan industri yang berpengaruh ke pendapatan negara. Padahal, sektor pariwisata merupakan sektor yang memiliki efek ganda pada perekonomian negara, sebuah ekosistem besar yang ditopang oleh berbagai subsektor mulai dari akomodasi, transportasi hingga usaha kecil dan menengah.

Berbagai stimulus dan kebijakan dilakukan pemerintah, usaha menggairahkan industri pariwisata mulai menemui titik terang, terlebih dengan peningkatan angka vaksinasi dan kebiasaan masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan (prokes). Data dari Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) memperlihatkan bahwa pemesanan perjalanan wisata dari wisatawan domestik mencapai 40 persen dari kondisi normal atau meningkat hingga dua kali lipat dari kondisi sebelum adanya kebijakan pelonggaran.

Guna menjaga momentum pemulihan tersebut, pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga terus fokus pada peningkatan digitalisasi di sektor pariwisata dan menggenjot kunjungan pariwisata domestik. Ditemui pada perayaan hari jadi OYO Hotels and Homes Indonesia yang ketiga, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menuturkan, pendekatan teknologi membantu industri pariwisata di tengah dampak pandemi yang sangat memukul industri ini, terutama pada sektor perhotelan dengan okupansi yang menurun drastis. Namun demikian, industri pariwisata harus bergerak kembali melalui protokol CHSE yang menjadi gold standard untuk memastikan layanan pariwisata memiliki standar protokol kesehatan terbaik, termasuk properti yang bekerja sama dengan OYO.

"Kami melihat optimisme terhadap pemulihan pariwisata terus meningkat, seiring dengan angka vaksinasi yang juga meningkat. Kunci utama bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif agar dapat bertahan adalah mampu beradaptasi, inovasi dan kolaborasi yang baik dalam memanfaatkan teknologi. Selain itu, integrasi antara sektor pariwisata dan
kesehatan juga menjadi elemen tak terpisahkan dari upaya pemulihan ini,” kata Sandi dikutip dari media notes yang diterima HalloMedan.co, Rabu (20/10/2021).

Sebagai pelaku industri hospitality, OYO juga melihat sinyal positif pada pemulihan sektor pariwisata pasca pelonggaran kebijakan. Country Head OYO Hotels and Homes Indonesia, Agus Hartono Wijaya mengatakan, Indonesia merupakan salah satu pasar yang sangat penting. Pihaknya melihat arus wisatawan lokal mulai kembali, membawa perubahan perilaku yang membuat industri harus terus beradaptasi. Mereka terus berusaha mendukung percepatan transformasi digital melalui ragam inovasi dan teknologi yang dimiliki untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

"Sebagai salah satu perusahaan tech-hospitality yang menyediakan platform dua arah bagi patron dan konsumen, kami optimis dan siap mendukung transformasi digital industri pariwisata dalam momentum kembalinya aktivitas pariwisata di Indonesia,” ungkap Agus.

Lebih lanjut, pandemi menyebabkan terjadinya perubahan perilaku wisatawan yang turut dirasakan pelaku industri pariwisata. Para wisatawan semakin sadar beberapa aspek yang sebelumnya tidak menjadi perhatian sebelum pandemi, adaptasi menjadi kunci menghadapi perubahan ini. Perubahan preferensi konsumen dalam melakukan perjalanan wisata pascapandemi adalah:

Preferensi perjalanan domestik

Seiring dengan berbagai kebijakan pengetatan dan kasus Covid-19 yang masih berkembang di beberapa wilayah di dunia, pilihan destinasi wisata di kawasan terpencil dan tidak banyak kerumunan menjadi preferensi baru karena dinilai lebih aman dan nyaman. Sektor pariwisata domestik diprediksi akan pulih lebih cepat.

Integrasi layanan pariwisata dan kesehatan

Tidak bisa dipungkiri, faktor kesehatan sudah menjadi gaya hidup, bahkan ketika melakukan perjalanan. Integrasi layanan di sektor pariwisata dan kesehatan berbasis digital akan meningkatkan kepercayaan wisatawan untuk berwisata di tengah pandemi. Pasalnya, integrasi ini mempermudah akses secara aman dan nyaman, baik ketika berwisata maupun dalam kondisi darurat kesehatan. OYO telah menerapkan contactless check in dan sistem pembayaran digital guna meminimalisir kontak fisik di lingkungan hotel. Selain itu, mengintegrasikan beberapa propertinya di berbagai wilayah dengan memberi akses bagi tamu secara prioritas melalui smartphone-nya.

Staycation dengan pengalaman akomodasi yang unik

Wisatawan cenderung memilih melakukan staycation di hotel-hotel budget dengan skala kecil yang memberikan pengalaman menginap unik. Hotel-hotel boutique dengan kapasitas lebih kecil akan lebih diminati karena dapat memberikan rasa aman dan nyaman ketika berlibur setelah pandemi karena pelanggan dapat menghindari kerumunan orang
demi menjaga jarak sosial dan higienitas saat menginap.

Berbagai perubahan preferensi tersebut memperlihatkan pentingnya peranan inovasi dan digitalisasi. Sebagai pelaku industri yang sudah berkiprah di Indonesia selama tiga tahun, OYO Indonesia konsisten menghadirkan berbagai inovasi dan teknologi yang diterapkan di jaringan akomodasinya di penjuru nusantara seperti; fitur OYO Discover untuk
memudahkan akuisisi pengguna baru, standarisasi prokes melalui program Sanitized Stay untuk memastikan kebersihan properti dan perjalanan pelanggan yang lancar, fitur Check-in Tanpa Kontak dengan integrasi beberapa E-Wallet serta status vaksinasi melalui VaccinAid untuk staf properti di jaringan OYO.

Ada tiga faktor utama yang menjadi kunci dalam pemulihan sektor pariwisata yakni:

Peran teknologi semakin krusial. Salah satu poin penting peranan teknologi di industri hospitality adalah menyiapkan industri untuk memberi rasa aman bagi para pelanggan ketika mereka harus bepergian dengan menciptakan standar operasi higienis. Salah satunya melalui mekanisme pemesanan tanpa kontak fisik.

Membangun kembali ekosistem pariwisata yang kolaboratif dan tangguh. Pelaku industri pariwisata dan perhotelan perlu bersiap untuk berkolaborasi menjadi sebuah ekosistem yang lebih kuat dan tangguh pascapandemi. Kolaborasi ini dapat mencakup peningkatan keterampilan (upskilling) staf-staf akomodasi untuk memastikan standar kebersihan yang lebih tinggi, serta membantu UMKM dan pelaku bisnis perhotelan kecil dan menengah dalam mengelola operasional hotelnya lebih efisien.

Pentingnya keberlanjutan pariwisata ramah lingkungan pascapandemi. Selama pandemi, kita dapat melihat pulihnya lingkungan dari polusi dampak kegiatan manusia, baik itu air sungai yang kembali jernih, atau langit yang lebih cerah. Efek samping yang positif ini bisa meninggalkan kesan yang cukup positif bagi masyarakat di seluruh dunia. Memperlihatkan pentingnya solusi dan inovasi berkelanjutan yang ramah lingkungan bagi seluruh industri, termasuk pariwisata. Beberapa contohnya adalah mengurangi konsumsi energi dengan memilih peralatan hemat energi, desain bangunan yang berkelanjutan, mendaur ulang penggunaan air, memprioritaskan penggunaan produk segar dari daerah
lokal dan lain sebagainya.

"Kami sangat mengapresiasi, semoga di hari jadinya ini, OYO Indonesia tetap membawa beragam inovasinya demi mendukung kembalinya kejayaan pariwisata Indonesia pascapandemi. Serta dapat menggerakkan ekonomi dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya,” kata Sandi. [Me1]

Editor: Dinda Marley

RELATED NEWS