UMKM Harus Sejajar dengan Pelaku Bisnis

Dinda Marley - Senin, 18 Oktober 2021 17:46 WIB
Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah mengikuti Sosialisasi SCF secara virtual (Diskominfo Sumut)

MEDAN - Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah mengatakan, keberadaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) turut berperan dalam pemerataan peningkatan pendapatan masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi dan mewujudkan stabilitas nasional maupun daerah.

Kontribusi nyata sektor UMKM dibuktikan dengan kemampuannya bertahan dalam krisis nasional maupun global karena UMKM merupakan dinamisator sekaligus stabilisator perekonomian. Juga memiliki keunggulan dalam pemanfaatan sumber daya alam dan padat karya.

"Oleh karena itu, UMKM harus diberdayakan dan dilindungi agar sejajar dengan pelaku bisnis. Mampu menunjukkan perannya sebagai pelaku perekonomian, baik di kancah lokal maupun nasional," kata Musa dalam sosialisasi securities crowdfunding sebagai pendanaan bagi UMKM bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara virtual, Senin
(18/10/2021).

Dia menjelaskan, pelaku UMKM perlu membangun brand yang mengandalkan kreativitas, lokalitas dan keragaman yang bersumber pada kekayaan alam dan khasanah budaya Indonesia. UMKM sebetulnya memiliki keunggulan untuk menandingi dominasi brand-brand global, namun para pelaku masih terbentur masalah klasik yakni tidak cukup modal.

"Ini terjadi terutama bagi yang baru merintis usaha atau usahanya belum berkembang secara signifikan. Keterbatasan akses permodalan membuat sulit meraih pasar yang lebih luas," ucapnya.

Saat ini, Sumatera menjadi pulau dengan distribusi penduduk terbesar kedua di Indonesia, jumlahnya mencapai 58,5 juta jiwa atau sekitar 21,68 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Potensi demografi ini merupakan kesempatan besar bagi para UMKM untuk tumbuh dan mengembangkan bisnisnya di Pulau Sumatera.

Selain itu, jumlah koperasi di pulau ini hampir mencapai 25.000 unit. Di Provinsi Sumut sebanyak 4.593 unit dan jumlah industri mikro dan kecil sebanyak 2,8 juta unit usaha.

"Ini potensi yang besar bagi industri dan masyarakat di Sumatera," kata Musa.

Sejalan dengan hal tersebut, dirinya menyambut baik sosialisasi securities crowdfunding (SCF) karena sangat strategis bagi UMKM, koperasi maupun pelaku usaha pemula atau start up untuk mendapatkan dana atau rising fund melalui pasar modal.

SCF diyakini akan membuka akses yang lebar untuk pendanaan UMKM dengan cepat, mudah dan murah termasuk yang belum bankable. Menjadi alternatif pembiayaan dengan cara patungan dari banyak pemodal melalui skema penawaran efek yang dilaksanakan secara online via website dan aplikasi.

"Securities crowdfunding juga memanfaatkan platform digital yang akan menjadi media efektif dari dua sisi yaitu pihak yang membutuhkan dana dan investor. Akan mempertemukan retail milenial investor dan UMKM yang membutuhkan tambahan modal, dengan demikian, tingkat inklusi di pasar modal dan akses pendanaan bagi UMKM menjadi lebih baik dan meningkat," pungkasnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen menyebutkan, kegiatan sosialisasi ini merupakan momen berharga pihaknya dan pasar modal sebab dapat mengubah pemikiran pelaku UMKM. Karena, kata dia, UMKM memiliki peran bagi ekonomi bangsa, telah memberikan kontribusi nyata khususnya dalam menyerap tenaga kerja.

"Namun demikian, sejak pandemi terdapat sekitar 50 persen UMKM terdampak. Karena itu, dalam beberapa kesempatan presiden mengarahkan agar UMKM menjadi prioritas dalam upaya pemulihan ekonomi nasional. Semoga upaya kita ini bisa memberikan kontribusi yang nyata," harapnya.

Turut hadir dalam sosialisasi tersebut; Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal 1, Djustini Septiani, Deputi Komisioner Pengawasan Pasar Modal 2, Yunita Linda Sari, Kepala OJK Regional 5 Sumbagut Yusup Ansori, Kepala OJK Regional 7 Sumbagsel Untung Nugroho, para kepala OJK di wilayah Sumatera, para kepala kantor perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) di wilayah Sumatera dan pelaku sektor UMKM. [Me1]

Editor: Dinda Marley

RELATED NEWS