Kampanye Anti 'Hate Speech', Indosat Gelar Kompetisi dan Festival Film Pendek

Mei_good - Jumat, 27 Oktober 2023 09:55 WIB
(ki-ka) Writer and Banker Ika Natassa, Creative Concept and CCO Narasi TV Jovial da Lopez, SVP Head of Corporate Communications IOH Steve Saerang dan Direktur Musik, Film dan Animasi Kemenparekraf Mohammad Amin saat launching Festival Film Pendek SOS 2023 (HO)

hallomedan.co - Indosat Ooredoo Hutchison atau IOH berkolaborasi dengan Narasi menyelenggarakan Festival Film Pendek Save Our Socmed (SOS) 2023. Kompetisi bertujuan menginspirasi anak muda Indonesia bijak menggunakan media sosial sekaligus meningkatkan literasi digitalnya. Mengampanyekan anti hate speech dengan tema ‘Bicara Baik di Digital, Hindari Emosi Tanpa Substansi’. Ajang penuh kreatifitas anak muda ini berlangsung sejak pendaftaran dibuka pada 26 Oktober 2023 sampai pengumuman pemenang di Februari 2024.

SVP-Head of Corporate Communications IOH Steve Saerang mengatakan, media sosial merupakan rumah berbagai karya dan tempat kolaborasi bersama. Harus jadi tempat yang nyaman, bukan tempat menebar kebencian. Pihaknya mengajak generasi muda #BijakBerkreasiTanpaBatas, kekuatan cerita dan visual dapat menyebarkan pesan perdamaian, kesetaraan dan toleransi.

"Dukungan teknologi dan digitalisasi, kita dapat mengubah dunia serta membangun masyarakat yang lebih inklusif dan peduli dengan sesama,“ kata Steve, Kamis (26/10/2023).

Founder Narasi Najwa Shihab mengatakan, inisiatif Indosat menyelenggarakan festival patut didukung. Sebagai kawan kolaborasi, pihaknya punya semangat serupa, melawan penyebaran ujaran kebencian. Apalagi, sudah memasuki hari-hari jelang pesta demokrasi yang rentan menjadi lahan subur ulah tingkah informasi yang memecah belah.

"Lewat film-film pendek ini, kami berharap dapat memberi suara dan gagasan yang dibutuhkan tentang kesetaraan, toleransi dan perdamaian,” katanya.

Festival film pendek SOS sukses diselenggarakan sejak 2021, merupakan bagian dari tanggung jawab sosial (CSR) Indosat di pilar Pendidikan Digital yang memiliki rangkaian kegiatan seperti roadshow ke berbagai kampus, sosialisasi, workshop pelatihan, seleksi penjurian dan acara pengumuman pemenang. Workshop pelatihan akan menyajikan lokakarya online menghadirkan pakar perfilman untuk meningkatkan keterampilan para peserta.

Aktivitas roadshow kampus akan diselenggarakan di empat kota, mulai Medan, Jember, Pontianak dan Makassar. Sosialisasi di enam kota yaitu Palembang, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali dan Mataram. Anak muda yang ada di kota lain bisa menginguti kompetisi dengan mengirimkan karya secara online. Hasil karya pemenang akan ditampilkan di acara Anugerah Karya Festival Film Pendek SOS 2024.

“Ujaran kebencian dapat menjadi awal terjadinya polarisasi. Ini menjadi pendorong kami berkontribusi menyampaikan narasi positif di dunia digital melalui pendekatan kreatif. Harapannya kampanye program festival film pendek SOS ini menginspirasi berbagai pihak untuk bergotong royong menciptakan media sosial sebagai tempat yang lebih bermakna untuk kita. Nyaman dan aman untuk berekspresi,”kata Steve.

Editor: Mei Leandha

RELATED NEWS